Berikut adalah daftar laboratorium utama yang digunakan dalam pendidikan dan praktik Program Studi Farmasi serta Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) untuk menunjang kompetensi di bidang pelayanan, industri, analisis, dan riset:
1. Laboratorium Pelayanan Kefarmasian & Simulasi Apotek (Lab OSCE)
Fungsi Utama: Tempat berlatih dan mensimulasikan pelayanan obat kepada pasien secara nyata.
Fasilitas/Materi Praktik:
Area swamedikasi, konseling obat, dan Pelayanan Informasi Obat (PIO).
Simulasi skenario penyerahan obat resep, interprofessional collaboration, dan kesiapan Ujian OSCE (Objective Structured Clinical Examination).
2. Laboratorium Teknologi & Formulasi Farmasi (Steril & Non-Steril)
Fungsi Utama: Tempat merancang, membuat, dan mengevaluasi sediaan farmasi sesuai standar industri.
Fasilitas/Materi Praktik:
Formulasi Non-Steril: Pembuatan tablet, kapsul, sirup, emulsi, salep, dan krim.
Formulasi Steril: Area Clean Room / LAF (Laminar Air Flow) untuk pembuatan sediaan injeksi, tetes mata, dan infus.
3. Laboratorium Kimia Farmasi & Analisis Instrumentasi (Quality Control/QC)
Fungsi Utama: Pengujian mutu, penetapan kadar, dan analisis kimia bahan baku obat maupun produk jadi.
Fasilitas/Materi Praktik:
Alat analisis canggih seperti HPLC (High-Performance Liquid Chromatography), Spektrofotometer UV-Vis, Titrator, dan alat uji disolusi/waktu hancur tablet.
4. Laboratorium Farmakologi & Toksikologi
Fungsi Utama: Menguji efek farmakologis, mekanisme kerja, serta keamanan/toksisitas obat pada sistem biologis.
Fasilitas/Materi Praktik:
Pengujian pada hewan coba (in vivo) untuk melihat respon analgesik, antiinflamasi, penurunan gula darah, uji toksisitas akut/kronis, dll.
5. Laboratorium Farmakognosi & Fitokimia
Fungsi Utama: Pengembangan obat berbasis bahan alam (herbal, jamu, dan fitofarmaka).
Fasilitas/Materi Praktik:
Alat Ekstraksi (Maserasi, Perkolasi, Rotary Evaporator), Kromatografi Lapis Tipis (KLT), dan isolasi senyawa aktif tanaman obat.
6. Laboratorium Mikrobiologi & Bioteknologi Farmasi
Fungsi Utama: Menguji kontaminasi mikroba, aktivitas daya hambat, dan sterilitas produk farmasi.
Fasilitas/Materi Praktik:
Uji potensi antibiotik, uji efektivitas pengawet, uji antibakteri/antijamur, dan pengujian batas mikroba (ALT/AKG).
7. Laboratorium Klinis
Fungsi Utama: fasilitas penunjang pembelajaran untuk melatih keterampilan pelayanan pasien, pemantauan terapi obat, dan evaluasi hasil uji laboratorium klinik.
Fasilitas/Materi Praktik:
pengkajian resep, pelayanan informasi obat, dan pemantauan terapi obat.
8. Laboratorium CBT (Computer Based Test)
Fungsi Utama: Fasilitas ujian berbasis komputer yang terstandar nasional.
Fasilitas/Materi Praktik:
Digunakan untuk try out dan pelaksanaan Ujian Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Apoteker (UKMPPA).





